Sabtu, 12 Desember 2009

Driver Troubleshooting

Driver merupakan menjembatani antara Hardware & Software.

mirip2 kaya' BIOS di Motherboard, bedanya Driver disimpan di media penyimpanan eksternal sehingga untuk menjalankan Hardware kita memerlukan Driver. Kalau Motherboard BIOS-nya kan disimpen di ROM Motherboard (Internal) jadi ga' usah pake instal2an.

Kalau abis install ulang sebenarnya gpp klo ga' install driver, tapi konsekuensinya hardware kita ga' akan bisa kerja secara maksimal soalnya Windows menggunakan Driver bawaan yg compatible untuk hardware yg diketahui oleh OS, tapi karena dalam mode compatible tsb OS tidak akan bisa mengenali dengan baik Hardware yg terpasang di Kompi.

Disini Driver juga memberikan informasi spesifik kepada sistem operasi mengenai bagaimana suatu hardware bekerja. Tanpa driver, sistem operasi cuma bisa menjalankan fungsi-fungsi dasar dari hardware yg bersangkutan, atau bahkan pada hardware tertentu gak bisa bekerja sama sekali. Maka driver digunakan sebagai acuan oleh sistem operasi untuk menangani hardware tersebut.

Sistem operasi biasanya udah terintegrasi berbagai driver untuk berbagai jenis hardware. Kalo hardware udah terdeteksi dgn baik dan bisa bekerja dgn baik pula, maka kita gak perlu install driver lagi. Itu artinya sistem operasi yang kita pake (misalnya Windows) udah memiliki driver tsb.

Sebuah komputer terdiri atas banyak komponen di dalamnya. Ada motherboard, kartu grafis, kartu suara, kartu jaringan, modem, Bluetooth, dan sederet komponen lainnya. Dan semuanya butuh driver untuk bisa bekerja dengan baik.
Repotnya, tidak semua driver didukung oleh Windows. Perangkat-perangkat keluaran baru umumnya membutuhkan instalasi driver sebelum bisa digunakan. Wajar saja, saat sistem operasi dibuat, perangkat baru itu belum dibuat sehingga drivernya belum bisa ditanamkan ke Windows.
Di samping itu, driver yang baru dikeluarkan umumnya belum sempurna. Driver yang “bermasalah” itu bisa menyebabkan beberapa fungsi gagal bekerja dengan baik atau bahkan bisa menyebabkan Windows jadi hang. Alhasil, pengguna tetap harus berburu driver walaupun sudah punya driver.
Repotnya belum selesai sampai di situ saja. Masing-masing perangkat dikeluarkan oleh vendor yang berbeda-beda dan tipenya pun bermacam-macam. Terbayang repotnya kalau harus mencari driver satu persatu secara berkala.
Supaya tak repot lagi, cobalah VersionTracker Pro. Aplikasi ini bisa secara otomatis memantau versi terbaru dari driver dan aplikasi yang terinstal di Windows Anda. Bila ada driver baru yang ditemukan, Anda akan diberitahu. Version Tracker juga menyediakan penjelasan detil mengenai setiap update yang tersedia, sehingga Anda dapat mengetahui apa saja perubahan yang terjadi di driver baru dan dapat dengan mudah mengambil keputusan apakah akan mengunduh dan menginstal update driver terbaru atau tidak.
Di samping mencari update driver yang telah terinstal di sistem, VersionTracker Pro juga mempunyai fitur pencarian driver secara manual. Di database VersionTracker ada lebih dari 198 ribu macam driver dan aplikasi. Untuk driver-driver yang dipilih untuk diinstal, VersionTracker punya Download History yang berfungsi mencatat berbagai driver dan aplikasi yang telah Anda “ambil” dari Version Tracker.
Kalau update terbaru yang tersedia dianggap tak diperlukan, Anda bisa menggunakan Skip Version. Fitur ini akan melewatkan versi driver terpilih dari daftar informasi update driver baru. Jangan khawatir, kalau ada versi yang lebih baru lagi, program akan memberitahukan kepada Anda di kemudian hari.

kemudian driver yang digunakan setiap os yang satu dan yang lain selalu berbeda. mengapa?? karena setiap operating system telah di buat secara spsifik dalam membaca dan menyimpan setiap driver yang sudah terintegrasi langsung didalamnya. ketika suatu suatu operating system menemukan sebuah hardware yang belum terintegrasi dengan deriver yang dimiliki oleh sistem operasi tersebut, sudah pasti kita harus menginstallnya terlebih dahulu drivernya agar hardware tersebut bisa digunakan.

terkait sama hal yang diatas, seperti yang kita ketahui bahwa winsows Xp jauh lebih canggih dibandingkan dengan windows 98. karena dari segi kualitas grafik dan kinerja yang dihasilkan windows xp memberikan hasil yang optimal dibandingkan 98. itupun dari segi drvernya juga windows xp boleh dikata telah mensupport driver lebih banyak daripada windows 98. tak heran jika kita ingin memakai sebuah hardware yang harus membutuhkan sebuah driver, windows xp lah yang menjadi solusi dari trouble tersebut. dengan memberikan sebuah layanan driver support terhadap hardware-hardware masa kini,kita tidak akan direpotkan dengan menginstall driver dari pc atau hardware kita satu persatu. dibandingkan windows 98 yang terkesan jadul sudah pasti sangat merepotkan ketika kita memiliki beberapa hardware terbaru yang harus di gandengkan dengan windows 98. hal ini bisa saja kita lakukan, hanya saja tidak semua driver yang kita install itu bisa support di windows 98. jadi saran saya gunakanlah windows XP, untuk membuka cakrawala berpikir anda di bidang IT khususnya masalah Driver. :D
trims